Teten mengatakan ekspor produk olahan dari buah kelapa merupakan salah satu potensi besarsektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) karena pasarnya ada di seluruh dunia."Ekspor briket ini harus didukung dari sisi pembiayaan dan pendampingan agar volumenya terus meningkat," ujarnya.Teten mengatakan potensi ekspor UMKM sangat besar jika tiap daerah bisa fokus pada produk unggulan UMKM yang hendak dikembangkan. Menurut dia, Sulawesi Selatan memiliki banyak produk unggulan mulai dari produk kelautan, pertanian, kopi dan kakao."Jika tiap daerah bisa melakukan identifikasi produk unggulan dan secara serius melakukan pendampingan bagi tiap UMKM, ekspor akan meningkat," katanya.Baca Juga: Dukung Program Kementan, Perusahaan Pati Jagung Gandeng Pengusaha JRA Masih Jadi Usaha Sampingan, Hari Susu Nusantara Momentum Genjot ProduksiUntuk? mendorong ekspor UMKM, Teten menegaskan perlu sinergi dari semua pihak terkait. Dia menyebutkan ekspor UMKM saat ini masih 14 persen dari volume ekspor nasional dan ditargetkan 17 persen pada 2024.Sementara itu, pemilik CV Coconut Internasional Indonesia, Asriani mengatakan permintaan ekspor briket ke Timur Tengah mencapai 10-20 kontainer per bulan. Namun perusahaan hanya bisa memenuhi 3-5 kontainer per bulan karena terkendala modal kerja. https://marketplace.eugdpr.gr/members/sailprice09/activity/648265/ "Kami sebenarnya bisa meningkatkan produksi 5 kali lipat, kapasitas mesin bisa memproduksi hingga 2 kontainer per hari. Akan tetapi, kami belum bisa mewujudkannya karena modal usaha terbatas," jelasnya.Asriani mengatakan perusahaan mendapatkan bahan baku briket tempurung kelapa dari 15 kelompok tani. Setiap kelompok tani beranggotakan 15 petani.Video terkait:


トップ   編集 凍結 差分 バックアップ 添付 複製 名前変更 リロード   新規 一覧 単語検索 最終更新   ヘルプ   最終更新のRSS
Last-modified: 2021-12-03 (金) 22:59:23 (48d)