Ada beberapa komponen dari karakter kopi yang dapat dinilai dalam kegiatan coffee cupping tersebut. Berdasarkan standar yang diterapkan oleh Specialty Coffee Association of America (SCAA) terdapat 5 komponen utama yang dinilai dalam poros perkembangan kopi Indonesia, seperti dikutip dalam buku Journey of Joe, antara lain.1. https://notes.io/D39j FragrancePenilaian? pada karakter aroma biji kopi ketika kering dan saat kopi dalam bentuk bubuk2. AromaAroma? kopi yang dinilai dalam keadaan basah atau sudah diseduh dengan air. Penilaian komponen ini bertujuan untuk membedakan karakter aroma yang muncul pada kopi dalam dua kondisi berbeda yaitu intensitas aroma dan kualitasnya.3. FlavorKombinasi? yang dirasakan oleh lidah dan hidung secara bersamaan. Dalam penilaian komponen ini, para penilai harus bisa merasakan aftertaste atau kesan yang tertinggal serta seberapa lama rasa kopi bertahan di lidah. Semakin menyenangkan dan bertahan lama sebuah rasa kopi di lidah maka nilainya akan semakin baik.4. AcidityKarakter? keasaman kopi juga menjadi penilaian penting. Rasa yang muncul bisa asam yang menyenangkan seperti rasa buah atau bahkan tidak menyenangkan seperti cuka atau zat kimia lainnya. Biasanya pada kopi jenis arabika, cenderung lebih memiliki karakter asam dibandingkan dengan kopi jenis robusta yang cenderung lebih pahit.5. SweetnessMeskipun? kopi asli tanpa campuran gula memiliki rasa pahit, namun karakter tingkat kemanisan yang terdapat pada kopi juga menjadi hal utama dalam penilaian kualitas kopi. Dengan demikian, penilaian kualitas kopi hanya bisa dilakukan secara akurat oleh lidah para pecinta kopi yang sudah berpengalaman mencicipi dan mengenal banyak karakter dari berbagai jenis kopi.Video Terkait:


トップ   編集 凍結 差分 バックアップ 添付 複製 名前変更 リロード   新規 一覧 単語検索 最終更新   ヘルプ   最終更新のRSS
Last-modified: 2021-12-03 (金) 21:49:15 (48d)